Temukan 15 destinasi terbaik dunia untuk liburan tahun 2025 mulai dari pegunungan Maroko, hingga lanskap futuristik di Norwegia. Cocok untuk wisata budaya, petualangan, hingga perjalanan ramah lingkungan.
1. Pegunungan Rif, Maroko: Jelajahi Keindahan Maroko Utara yang Terlupakan
Wilayah utara Maroko jarang dilirik wisatawan. Namun, kawasan Pegunungan Rif menawarkan pengalaman yang luar biasa untuk pecinta alam dan budaya. Rute perjalanan dari kota bersejarah Fez hingga Chefchaouen yang dikenal sebagai “Mutiara Biru”, menyajikan pemandangan menakjubkan dan budaya lokal yang kuat.
Dengan perluasan jaringan kereta cepat yang sedang dibangun, akses menuju daerah ini semakin mudah. Sepanjang perjalanan, Anda dapat mengunjungi taman nasional Talassemtane, menjelajahi desa sufi Ouezzane, dan berenang di kolam alami di pegunungan. Wilayah ini menjadi opsi menarik untuk pelancong yang ingin menjauh dari keramaian Marrakesh.
2. Bradford, Inggris: Pusat Budaya Baru Britania Raya
Bradford akan menjadi sorotan pada tahun 2025 karena ditetapkan sebagai Kota Budaya Inggris. Kota ini menawarkan perpaduan antara sejarah tekstil, seni modern, dan keberagaman budaya. Museum Nasional Sains dan Media akan dibuka kembali dengan inovasi baru, dan festival budaya akan digelar sepanjang tahun.
Selain itu, pengunjung bisa mengikuti jalur suara terbuka di bukit-bukit Yorkshire yang menyatu dengan karya seni patung modern. Program kuliner interaktif juga akan mengenalkan resep otentik dari komunitas lokal.
3. Jordan: Surga Petualangan Alam Timur Tengah
Yordania kini tidak hanya tentang Petra. Negara ini sedang memperkenalkan jalur trekking baru sepanjang 120km di Wadi Rum, kawasan gurun berbatu merah yang jadi lokasi syuting film “Dune” dan “Star Wars”. Selain itu, lebih dari 30 kawasan lindung di seluruh negeri kini terbuka untuk wisata ramah lingkungan.
Wisatawan bisa menjelajahi reservat Mujib, berendam di air terjun alami, atau menyelam di terumbu karang Aqaba yang kini masuk daftar konservasi dunia. Semua ini menjadi bagian dari gerakan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal.
4. Lembah Haa, Bhutan: Permata Tersembunyi di Himalaya
Lembah Haa di Bhutan masih menjadi tempat yang jarang dijamah turis. Kawasan ini menawarkan ketenangan, budaya unik, dan pengalaman spiritual khas Himalaya. Jalur trekking baru seperti Haa Panorama Trail dan Joy Bay Tsho Trek menyajikan pemandangan padang rumput dan hutan bambu.
Program penginapan ramah lingkungan yang dikelola warga juga mulai berkembang, termasuk Katsho Eco Camp dan Sangwa Camp. Harga tiket harian turis ke Bhutan telah dipotong hingga 50% untuk mendorong kunjungan yang bertanggung jawab.
5. Hawaii, AS: Wisata Sambil Berdampak Positif
Hawaii kini mengajak wisatawan untuk turut serta dalam program Mālama Hawaii. Program ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk ikut merestorasi alam dan budaya lokal sebagai bagian dari liburan mereka. Mulai dari menanam pohon hingga memasak bersama keluarga di Maui, semua kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.
Sebagai imbalan, wisatawan bisa menikmati diskon hingga menginap gratis di berbagai hotel ternama. Pilihan ideal bagi pelancong yang ingin memberi kembali kepada destinasi yang mereka kunjungi.
6. Uzbekistan: Destinasi Muda yang Siap Menyambut Dunia
Uzbekistan sedang bersiap menjadi destinasi budaya kelas dunia. Kota Bukhara akan menjadi tuan rumah biennale seni pertamanya, sementara ibu kota Tashkent menampilkan seni mozaik era Soviet di stasiun bawah tanahnya. Negara ini juga mulai memperkenalkan jalur kereta lintas negara baru untuk menghubungkan Asia Tengah.
Dengan bebas visa untuk lebih dari 90 negara dan investasi besar di sektor pariwisata hijau, Uzbekistan semakin menarik untuk dikunjungi tahun depan.
7. Haida Gwaii, Kanada: Jejak Leluhur dan Alam Liar
Kepulauan Haida Gwaii di lepas pantai British Columbia memiliki sejarah ribuan tahun dan menjadi rumah bagi masyarakat adat Haida. Di sini, pengunjung bisa mengunjungi desa tua seperti SG̱ang Gwaay, melihat totem kuno, serta memahami filosofi hidup lokal yang menekankan keterkaitan semua makhluk.
Kesepakatan baru dengan pemerintah Kanada menjadikan masyarakat Haida sebagai pengelola resmi wilayah mereka, sebuah langkah penting dalam pelestarian budaya dan lingkungan.
8. Emerald Coast, Nikaragua: Pantai Surga yang Masih Sepi
Nikaragua siap menyambut lebih banyak wisatawan dengan dibukanya jalan pantai sepanjang 350km. Rute ini menghubungkan lebih dari 50 pantai, dari perbatasan utara hingga ke selatan yang berbatasan dengan Kosta Rika. Wisatawan dapat berselancar, mendaki hutan hujan, dan melihat penyu langka bertelur di Refugio La Flor.
Dengan infrastruktur baru ini, negara berbiaya rendah ini berharap meningkatkan ekonomi lokal sambil menjaga kelestarian alam.
9. Isle of Man: Pulau Mandiri Penuh Kejutan
Terletak di antara Inggris dan Irlandia, Isle of Man menawarkan pengalaman sejarah dan alam yang unik. Tahun 2025 menandai ulang tahun ke-175 pabrik bir lokal Okell’s dan pembukaan cagar alam baru untuk pengamatan burung.
Pengunjung bisa berjalan kaki menyusuri jalur lintas negara, menikmati lanskap dari gunung Snaefell, dan mencicipi budaya lokal melalui bahasa Gaelik dan mata uang unik mereka.
10. Gilgit-Baltistan, Pakistan: Pintu Gerbang Langit Himalaya
Wilayah Gilgit-Baltistan di Pakistan memiliki lima gunung tertinggi dunia, termasuk K2. Kawasan ini cocok untuk pendaki profesional maupun wisatawan yang mencari keindahan alam murni. Pemerintah Pakistan kini memperkenalkan e-visa, rute perjalanan digital, dan jalur kereta baru yang menghubungkan negara-negara Asia Tengah.
Dengan kebun buah, padang rumput Deosai, dan danau-danau cermin di Hunza, kawasan ini layak menjadi tujuan utama Anda tahun depan.
11. Kepulauan Azores, Portugal: Surga Laut Terlindungi
Azores kini memiliki kawasan perlindungan laut terbesar di Eropa. Dengan luas 287.000 km², area ini melindungi 28 spesies lumba-lumba dan paus, serta karang laut dalam. Kawasan ini sempurna untuk penelitian laut dan wisata berkelanjutan.
Di pulau utama São Miguel, wisatawan bisa menikmati pemandian air panas, berjalan-jalan di taman tropis, atau mencicipi teh vulkanik dan masakan lokal yang dimasak dengan energi bumi.
12. Kansas City, Missouri, AS: Ibukota Barbeku yang Modern
Kansas City sedang mengalami transformasi besar. Museum BBQ pertama di dunia akan dibuka, serta revitalisasi kawasan sungai dan perluasan jalur trem. Kota ini juga menambah destinasi wisata sejarah seperti Museum Perang Dunia I dan taman hiburan di atas jembatan Rock Island.
Kota ini cocok untuk pencinta kuliner, sejarah, dan seni urban yang sedang berkembang.
13. Bolivia: Rayakan 200 Tahun di Negeri Pegunungan
Tahun 2025 adalah ulang tahun ke-200 Bolivia. Festival budaya digelar di sembilan ibu kota regional. Kunjungi Karnaval Oruro yang spektakuler atau nikmati arak singani di Potosí.
Untuk pengalaman alam, Anda bisa trekking di Pulau Matahari di Danau Titicaca atau menjelajahi Amazon di Madidi National Park sambil menginap di penginapan ekowisata.
14. Botswana: Ekowisata Kelas Dunia di Afrika
Botswana terus menjadi pemimpin safari ramah lingkungan. Kawasan Delta Okavango kini memiliki penginapan baru bertenaga surya seperti Mbamba Camp dan Monachira Camp yang siap dibuka 2025. Negara ini juga memberikan bebas visa bagi lebih dari 100 negara.
Dengan penerbangan baru dari Gaborone ke Cape Town, menjelajahi safari kini lebih mudah dan berkelanjutan.
15. Oslo, Norwegia: Kota Paling Ramah Lingkungan di Eropa
Oslo mengajak wisatawan untuk menjelajahi kota secara bertanggung jawab melalui panduan “Green Oslo”. Hotel-hotel menggunakan atap hijau dan restoran Michelin seperti Maaemo menyajikan hasil bumi lokal.
Dari fjord hingga restoran organik, Oslo memberikan contoh bagaimana kota bisa bersih, indah, dan tetap menyenangkan untuk ditinggali dan dikunjungi.




