Penolakan Warga dan Aktivis Terhadap Kedutaan Baru
Sebuah poster bertuliskan “Orang Dicari” memperlihatkan foto wanita muda dengan senyum lebar. Di bagian bawah tertulis imbalan satu juta dolar Hong Kong bagi siapa saja yang memberikan informasi tentangnya atau membawanya ke Kedutaan Besar Tiongkok di London. Wanita tersebut adalah Carmen Lau, seorang aktivis prodemokrasi asal Hong Kong yang kini berada di London.

Carmen melarikan diri dari Hong Kong pada 2021 setelah tekanan terhadap aktivis meningkat. Kini, ia menentang pembangunan kedutaan baru Tiongkok di kawasan Royal Mint Court, dekat Menara London. Ia khawatir gedung itu akan digunakan untuk memata-matai dan mengintimidasi lawan politik Tiongkok. Bahkan, ia menganggap kehadiran gedung besar itu dapat menimbulkan risiko penahanan ilegal.
Isu Spionase dan Ancaman Teknologi
Lokasi kedutaan baru dekat pusat keuangan London menuai kekhawatiran. Para pakar menyebut adanya risiko spionase melalui akses ke jaringan serat optik di kawasan itu. Sebelumnya, lokasi ini pernah digunakan Barclays Bank sebagai pusat perdagangan. Dekatnya dengan jalur komunikasi penting dianggap membuka celah penyadapan data rahasia.

Profesor Periklis Petropoulos dari Universitas Southampton menyebut bahwa gedung pertukaran telepon di area tersebut bisa saja digunakan untuk mengakses informasi sensitif. Sejumlah politisi Inggris dan Amerika telah memperingatkan tentang ancaman ini. Seorang mantan pejabat keamanan AS bahkan menyebut bahwa penyadapan dalam radius setengah mil dari lokasi sangat mungkin terjadi, meskipun Tiongkok punya cara lain untuk meretas sistem.
Sikap Pemerintah Inggris dan Peran Politik
Pemerintah daerah sempat menolak rencana pembangunan karena kekhawatiran soal keamanan dan pariwisata. Namun, setelah pergantian pemerintahan, proposal serupa kembali diajukan oleh Tiongkok pada Agustus 2024. Perdana Menteri Keir Starmer disebut telah membahas isu ini langsung dengan Presiden Xi Jinping.
Wakil Perdana Menteri Angela Rayner mengambil alih keputusan dari dewan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini kini menjadi bagian dari kebijakan luar negeri yang lebih luas, di tengah upaya menjalin hubungan dagang dengan Tiongkok.
Dilema Keamanan Nasional dan Kepentingan Ekonomi
Beberapa ahli menyebut Inggris harus bersikap realistis. Lord Peter Ricketts, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional, menyatakan bahwa hubungan dengan Tiongkok memang rumit. Tiongkok dianggap sebagai lawan dalam isu hak asasi manusia dan keamanan siber, namun juga mitra penting dalam perdagangan dan isu global.
Sementara itu, Profesor Steve Tsang menyebut bahwa menyatukan staf kedutaan dalam satu lokasi justru memudahkan pengawasan aktivitas mereka. Namun, ia menekankan bahwa izin pembangunan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap investasi atau perdagangan dengan Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok bersikap pragmatis dan keputusan ini hanya akan berdampak kecil pada hubungan bilateral.














